Heartbeat of Life

“Semua penulis akan mati. Hanya karyanya lah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.” (Ali bin Abi Thalib)

Hidup Sehat dan Bermanfaat ( Indonesia Mengajar Ak. XIII ) = Bag. 3 =

Bagi kawan-kawan yang lolos seleksi kedua atau dikenal dengan istilah DA (Direct Assessment), maka mereka akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu MCU (Medical Check Up). MCU dilakukan demi kebaikan para kandidat Pengajar Muda itu sendiri, karena sebagaimana yang sudah diketahui bahwa untuk mengabdi di pelosok negeri butuh tubuh yang sehat dan selalu prima. Serius banget kan? Ya, tapi di tengah-tengah keseriusan tersebut, ada saja hal-hal yang terjadi di luar dugaan dan membuat saya tertawa ketika mengingatnya. “Aku terlalu polos,” benakku. (haha).

Setelah melihat email yang membuat lutut saya noroktok tersebut, saya pun langsung mencoba untuk memilih lokasi MCU dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya beberapa tempat dan sahabat yang ingin saya kunjungi. Di antara lokasi MCU ada Bandung, Jakarta dan Padang. Setelah mempertimbangkan banyak hal, saya pun memilih waktu dan tempat MCU yang berlokasi di Jakarta pada tanggal 13 Agustus 2016.

Oh iya, salah satu pesan yang ada di email pengumuman kelulusan seleksi tahap 2 adalah diharuskannya para kandidat Pengajar Muda untuk membawa surat pengantar yang sudah dikirimkan tim rekrutmen. Otomatis sebelum berangkat ke Jakarta, saya pun ngeprint dulu surat pengantar yang dimaksud. Setelah keluar warnet, saya baca ulang surat pengantar tersebut, tertulis setelah salam dan sapa pada awal surat: ‘Kepada Annisa …’ “Loh kok Annisa sih, oalaah berarti ada surat dengan nama saya mungkin ya.” Saya balik lagi dan masuk ke warnet dan mencari surat pengantar milik saya dan ketemu. Yeee hahaha, asli parah kalau itu nggak dicek dan bakal berabe pastinya. Terlalu polos emang hahaha xD

  • “1” Perhatikan surat keterangan yang ada dan pastikan bahwa nama yang ada di surat tersebut adalah nama kamu, hahaha.

Singkat cerita setelah tawar menawar dengan tukang ojeg, saya pun masuk ke Hotel Kartika Chandra. Pas di lift, “Mau MCU ya mas?” tanya seseorang. “Iya mas, mau ke tempat yang sama juga ya mas?” “Iya” “Wah kayaknya mas juga dari Indonesia Mengajar ya?” “Nggak, saya petugas kesehatan di Medical Plaza ini,” jawab si Mas dengan santai. Aku malu hahaha.

Setelah ganti baju dengan baju khusus kayak baju pasien-pasien di rumah sakit gitu, saya pun memulai rentetan tes kesehatan. Ketika duduk di tempat menunggu, saya tak sengaja melihat Annisa yang sering disapa Ica. “Wih dia lulus juga ya, alhamdulillah, selamat!” benak saya. Saya pun memberi isyarat dari jauh agar kita kalau ada waktu untuk bertemu. Selain Ica, teman kandidat PM yang saya kenal juga (yaitu Birgita) sudah masuk duluan dan memulai proses tes kesehatannya, bahkan mendahului Ica.

Jadi kesimpulannya, di tes DA yang di Jakarta pada tanggal 5 Agustus itu ada empat orang yang lolos, yaitu sy sendiri, mbak Rianova, mbak Annisa dan mbak Birgita. Alhamdulillah 🙂

Saya nikmati semua tes tersebut, khususnya di saat makan hahhha. Untuk bagian ini saya paling semangat, terlebih dengan makanannya yang enak. Saya yakin semuanya seperti saya, makan lahap. Hal tersebut karena, coba bayangin, kita semua disuruh puasa selama 10 jam sebelum dites. Kalau kita dites jam 8 pagi maka mulai dari jam 22.00, kita tak diperbolehkan makan kecuali minum air putih. Katanya sih demi memperlancar proses tes daran dan tes urin.

Setelah tes urin dan darah, saya bertanya kepada pasien yang sama yang sedang mengikuti MCU. “Mas, kalau beres ini apa ya?” “Makan mas,” jawabnya. Mata saya langsung berbinar, akhirnya makan hahhaha. Saya pun jalan ke tempat makan dan ditanya apa sudah tes darah dan urin, saya jawab dengan yakin, “udah bu.”

Tapi tak disangka, ketika baru saja beberapa “huap” hha, nama saya dipanggil ke admission dan saya pun memberitahukannya bahwa saya sedang makan. Ibu petugas tersebut terlihat kesal dan berkata, “Harusnya pak hilmy lapor dulu ke sini lalu makan. Takutnya kalau tidak lapor dipanggil ke tempat lainnya untuk tes keehatan di bagian lainnya.” Waduh, salah saya dan nggak bisa ngapain-ngapain kecuali minta maaf hhaha. “Ya udah, nanti setelah makan baru ke sini lagi ya buat lapor.” “Siap bu.”

Beberapa tes kesehatan yang dilakukan di antaranya tes darah dan urin, penglihatan, cek kekuatan dan kesehatan jantung, ronsen dada atau paru-paru, pernafasan (vital sign dan spirometry), konsultasi kesehatan serta audiometry (pendengaran).

  • “2” Jalani semuanya dengan keseriusan dan kejujuran. Semua riwayat penyakit jika ditanya, jawab dengan baik dan sempurna. Jika ada keluhan maka sampaikan. Jangan ragu juga untuk bertanya, seperti pertanyaan “Bu, tujuan kita dites pernafasan apa sih Bu kalau boleh tahu …” Semuanya karena demi kebaikan kita selama masa pengabdian.
  • “3” Perhatikan nomer urut dan proses pemanggilan giliran tes kesehatan. Saya kemarin dua kali kecolongan sehingga Ibu atau Bapak Dokter yang mau memeriksa terpaksa keluar dan memanggil nama saya, “Bapak Hilmy …” Hahaha.

Setelah beres semua, kegiatan yang terakhir yang dilakukan ya ganti baju. Baju dan sendal yang khusus pasien tersebut dikembalikan ke loker dan harus dikunci kembali. Lalu setelah itu tanda tangan nota pembayaran yang ketika itu sudah dibayar oleh pihak Indonesia Mengajar.

  • “4” Pastikan semua pakaian termasuk sepatu atau sendal kamu sudah dipakai. Pengalaman kemarin hhaha, saya hanya ganti pakaian saja tanpa mengganti sendal pasien tersebut dengan sepatu pribadi saya. Dengan polos, saya datang ke tempat administrasi untuk tanda tangan nota pembayaran dengan sendal tersebut. Ketika berjalan ke arah kawan-kawan Pengajar Muda yang sudah menunggu, saya baru merasa sendal yang dipakai adalah masih sendal pasien hahahaha. Betah amat pake sendal itu, untung nyadarnya di situ, gimana kalau nyadarnya di halte busway wkwkwk.
  • “5” Untuk melancarkan semua proses tes kesehatan ini, ada bainya kita juga menjaga kesehatan jauh-jauh hari. Olahraga seperti lari-lari kecil akan baik dilakukan setiap hari. Minimal katanya bisa menyehatkan ritme detak jantung kita. Yang jelas sehat lah haha. Semoga.

Tanpa diketahui kawan-kawan saya tersebut, karena kalau mereka tahu pasti diketawain hahaha, saya lansung ke admission untuk kembai meminta kunci loker dan mengganti sendal pasien tersebut dengan sepatu pribadi saya.

Kita pun menunggu mbak Nova dan keluar bersama dari hotel Kartika Chandra tersebut, alhamdulillah. Menurut kawan-kawan dan beberapa informasi, hasil tes kesehatan tersebut akan dikirim satu atau dua minggu setelah tes kesehatan dilakukan. Semoga diberi hasil yang terbaik, apa pun itu, sehingga bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Hasil tes MCU > Tanda tangan kontrak tugas > pelatihan selama tujuh minggu > penempatan tugas ke lokasi-lokasi yang sudah ditentukan (pelosok negeri).

Doanya terus yaa semuaah 😀

Untuk tulisan bagian 1 dan 2 nya lagi digodog hahaha.

#IndonesiaMengajar #PengajarMuda #MedicalCheckUp #Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 14, 2016 by in Bumi Para Nabi.
%d blogger menyukai ini: