Heartbeat of Life

“Semua penulis akan mati. Hanya karyanya lah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.” (Ali bin Abi Thalib)

Epilog “Anak Kedua”

Memanen Kebaikan

Kita semua yakin bahwa tidak ada satu pun di atas muka bumi ini yang berada dalam keadaan sia-sia. Semuanya pasti ada hikmahnya di mana terserah kita apakah ingin mengetahuinya atau tidak. Termasuk dengan terciptanya manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, baik itu sesama mereka pada zaman yang sama atau bahkan yang terpisah dalam rentan waktu yang panjang.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa jika kita menemukan hal negatif di tengah-tengah masyarakat maka salah satu pihak yang bertanggung jawab adalah orang tua dari individu-individu yang melakukan keburukan tersebut. Mengapa? Karena tentu sedikit banyak hal itu dipengaruhi oleh gagalnya pendidikan rumah yang dilaksanakan oleh orang tua mereka masing-masing.

Kita tentu penah melihat dan menyaksikan bagaimana seseorang yang karena broken home, ia memiliki perangai yang tidak bersahabat. Atau mungkin pernah melihat seseorang yang pendiam disebabkan orang tuanya yang selalu bertengkar. Lalu contoh-contoh lainnya yang masih banyak lagi di mana semua bermuara pada kurang berhasilnya pendidikan orang tua di rumah.

“Jika memang seperti di atas, bagaimana dengan kebaikan yang kita temukan di tengah-tengah masyarakat?” Jawabannya tentu itu merupakan bukti dari suksesnya proses pendidikan rumah yang dilakukan oleh ayah dan ibu. Melalui usaha dan penggemblengan mereka lah, keluar sosok-sosok mulia yang mampu menghembuskan angin positif dan menuntun masyarakat secara umum ke arah yang lebih baik.

Untuk mendapatkan kebaikan yang mengalir tersebut pun bukan perkara yang mudah. Sebagaimana yang sudah dijelaskan panjang lebar di dalam buku ini, tentu membutuhkan usaha, pikiran, kesabaran dan keistikamahan yang optimal dan maksimal. Terlebih perkara mendidik anak menjadi tolak ukur kebaikan masa depan sebuah masyarakat.

Kita semua tahu tentang kedudukan hati di dalam diri seseorang kan? Di mana dalam salah satu sabda Rasulullah SAW disebutkan bahwa jika hati seseorang baik, maka semua yang ada di pada diri seseorang tersebut akan baik. Namun jika sebaliknya, maka semuanya termasuk perangai seseorang tersebut pun akan buruk.

Nah begitu pun kedudukan sebuah keluarga di tengah-tengah masyarakat. Ia bagaikan hati di dalam diri seseorang yang baru saja dijelaskan. Jika keluarga dengan seluruh anggotanya memiliki karakter dan semangat beragama yang baik maka tidak menutup kemungkinan akan menjadikan lingkungan masyarakat yang dihuni keluarga tersebut bisa memiliki karakter yang baik pula. Ingat, kebaikan itu menular!

Apa yang sudah dijelaskan di semua pembahasan buku ini bukan tentang angan, akan tetapi tentang impian besar yang membutuhkan usaha dan kerja keras yang besar pula. Jangan sampai kita menginginkan perubahan akan tetapi tak ada satu pun dari kita yang memiliki keinginan untuk berubah! Apalagi memiliki generasi unggul yang dibanggakan Rasul SAW, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ibnu Athaillah Al-Sakandary berkata, “Di antara tanda keberhasilan yang kita raih di akhir adalah kembalinya kita kepada Allah ketika di awal langkah dalam meraih keberhasilan tersebut.” Dengan hikmah yang sarat makna ini kita pun bisa menyimpulkan bahwa jika memang harapan kita adalah membangun generasi yang unggul maka pada awal langkah untuk melakukannya adalah harus mendekatkan diri terlebih dahulu kepada Allah SWT dengan meminta pertolongan dan ridla-Nya.

Sehingga dari awal dan sepanjang prosesnya, kita akan berusaha sebaik mungkin demi tujuan yang mulia tersebut. Seperti mencari pasangan yang baik akhlaknya, belajar semua hal yang berkaitan dengan fikih dan ilmu pernikahan, bersabar atas segala cobaan demi bertahannya keharmonisan di tengah-tengah rumah tangga, bekerja keras penuh istikamah dalam mendidik anak-anak sehingga pada akhirnya harapan munculnya generasi yang mencintai dan dicintai Nabi SAW pun bisa diraih.

nanam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 13, 2016 by in Bumi Para Nabi.
%d blogger menyukai ini: